Tugas CJR 1


CRITICAL JURNAL REVIEW
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS INDIVIDU PADA MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK
OLEH :

DEWI NAFISAH NASUTION ( 0301171307 )
PAI-4 SEMESTER 4

DOSEN PENGAMPU : Dr. H. MARDIANTO, M.Pd


PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
TAHUN AJARAN 2018



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fenomena keterpurukan akhlak karimah peserta didik membuat prihatin semua kalangan, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat. Kondisi ini membuat  semua pihak khususnya kalangan pendidik semakin perhatian untuk mencari jawaban atas persoalan krusial ini tentang faktor penyebab krisis akhlak karimah peserta didik. Bagaimana peserta didik agar akhlaknya lebih baik dan bisa menjadi generasi penerus yang baik di masyarakat? Mengingat upaya lembaga pendidikan dalam mewujudkan terbentuknya akhlak karimah ini merupakan sesuatu yang sangat penting maka harus ditanamkan sejak dini baik di lingkungan keluarga, sekolah dan maupun di lingkungan masyarakat, agar mereka menjadi manusia yang berjiwa mulia dan memiliki budi pekerti yang memadai.
Faktor penyebab krisis akhlak pada peserta didik dapat ditinjau dari berbagai hal diantaranya; kurangnya peserta didik dalam memahami pentingnya pendidikan akhlak dan faktor salah pergaulan, media masa, baik media cetak maupun media elektronik. Jadi berdasarkan latar belakang di atas membuat saya  tertarik memilih jurnal ini untuk dibaca dan dikritik guna mengungkap faktor-faktor yang menjadi sebab dan akibat keberhasilan suatu program terkait dengan kegiatan pembelajaran akidah akhlak dan korelasinya dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik di sekolah.




BAB II
PEMBAHASAN
   1.      Identitas Jurnal
Judul                           : Pembelajaran Akidah Akhlak Dan Korelasinya Dengan Peningkatan Akhlak Al-Karimah Peserta Didik
Penulis                        : M. Hidayat Ginanjar (Dosen Tetap Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Al Hidayah Bogor)
  2.      Ringkasan Jurnal
  A.    Pendahuluan
Fenomena keterpurukan akhlak karimah peserta didik membuat prihatin semua kalangan, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat. Bagaimana peserta didik agar akhlaknya lebih baik dan bisa menjadi generasi penerus yang baik di masyarakat? Mengingat upaya lembaga pendidikan dalam mewujudkan terbentuknya akhlak karimah ini merupakan sesuatu yang sangat penting maka harus ditanamkan sejak dini baik di lingkungan keluarga, sekolah dan maupun di lingkungan masyarakat, agar mereka menjadi manusia yang berjiwa mulia dan memiliki budi pekerti yang memadai. Oleh karena itu, dipandang sangat perlu jika pembinaan perilaku tersebut dilakukan salah satunya melalui pembelajaran akidah akhlak bagi para peserta didiknya, disamping dalam kehidupan keluarga, karena dalam pembelajaran akidah akhlak telah memuat materi-materi pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk berperilaku yang terpuji serta menjauhi perilaku yang tercela.
B. Kajian Teori
1)  Teorisasi Tentang Pembelajaran dan Akidah         
Adapun pengertian pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Pembelajaran dalam proses pendidikan adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.  Akidah berarti Iman. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu akidah. Iman berarti membenarkan atau percaya. Iman dan Islam (syariat) membentuk agama menjadi sempurna.

2) Teorisasi Tentang Akhlak
Secara etimologi, akhlak berasal dari kata khalaqa berarti menciptakan, menjadikan. Akhlaq adalah kata yang berbentuk jamak dari kata khuluqun, yang berarti tabiat atau budi pekerti. Alih bahasa Arab sering menyamakan arti Akhlaq dengan istilah assajiyyah, at-thab’u, al-‘adatu, ad-dinu, al-muru’atu yang diartikan dengan akhlak, watak, kesopanan, perangai, dan sebagainya.
3)  Pengertian Akidah Akhlak
Akidah dan akhlak selalu disandingkan sebagai satu kajian yang tidak bisa lepas satu sama lain. Hal tersebut dikarenakan sebelum melakukan sesuatu akhlak, maka terlebih dahulu meniatkannya dalam hati (akidah). Semakin baik akidah seseorang, maka semakin baik pula akhlak yang diaplikasikannya dalam kehidupan seharihari. Sebaliknya semakin buruk tingkat keyakinan akidah seseorang, maka akhlaknya pun akan sebanding dengan akidah akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
   C.     Metodologi Penelitian
Tempat penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar AlIslami (SMI) yang berlokasi Tenjolaya, tepatnya berada Jalan Abdul Fatah Kampung Cibitung Kemang RT 09, RW 03, Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Adapun waktu penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Januari sampai tanggal 30 Juni 2017.
Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.Peneliti melakukan penelitian kepada sejumlah subjek dan objek penelitian, yaitu para peserta didik kelas X dan XI yang berjumlah 70 siswa.
  D.    Pembahasan
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai prestasi siswa berdasarkan hasil angket pada pembelajaran akidah akhlak didapati nilai keseluruhannya adalah 775. Jika dirata-ratakan dengan cara dibagi sesuai dengan jumlah siswa sebanyak 30 responden maka nilai rataratanya adalah 25,83 dibulatkan 26. Nilai 26 berarti menunjukan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak tahun pelajaran 2016/2017 Cukup Baik. Artinya, siswa telah mengikuti pelajaran akidah akhlak  dengan cukup baik. Selanjutnya dari data di atas dapat diketahui bahwa perubahan nilai tertinggi dari angket pembelajaran akidah akhlak adalah  30 dan nilai terendah 21.
  E.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dapat ditarik kesimpulan, bahwa pembelajaran akidah akhlak berkorelasi positif pada peningkatan akhlak karimah peserta didik Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor. Hal ini tentunya menjadi temuan bahwa siswa MA SMI memliki ahklak yang cukup baik. Korelasi antara pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik Tenjolaya Bogor, dikatagorikan dengan tingkat korelasi yang sedang/cukup, dengan nilai indeks korelasi yaitu 143,52. Berdasarkan pada tabel interpretasi data berada di antara 09,00 sampai 1,00.

BAB III
PENUTUP
   1.      Kesimpulan
Hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti ataupun kesimpulan dari jurnal ini tentang ada tidaknya korelasi antara pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik di sekolah Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor dapat ditarik kesimpulan, bahwa pembelajaran akidah akhlak berkorelasi positif pada peningkatan akhlak karimah peserta didik Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor. Hal ini tentunya menjadi temuan bahwa siswa MA SMI memliki ahklak yang cukup baik.

   2.      Saran
Sebaiknya dalam penulisan jurnal, abstrak tidak hanya ditampilkan dalam bahasa indonesia saja yang mana seharusnya abstrak harus disertakan dengan bahasa inggris. Kemudian dalam penulisan jurnal jangan menggunakan bahasa yang terlalu baku, agar memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari jurnal tersebut. Dan juga memberikan penjelasan makna pada kata yang sulit untuk dipahami, agar tidak meninggalkan pertanyaan pada pembacanya. Alangkah baiknya juga jurnal yang bagus itu mencantumkan volume penerbit sehingga membuat para pembaca menarik untuk mengetahui isi yang ada pada jurnal tersebut .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Pembuatan RPP

CBR 2